Transformasi Sosial
Aspek Transformasi Sosial dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Keerom berfokus pada perubahan mendasar struktur dan sistem sosial untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.
Berikut rincian fokus utama dari aspek ini:
Aspek Transformasi Sosial dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Keerom berfokus pada perubahan mendasar struktur dan sistem sosial untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.
Berikut rincian fokus utama dari aspek ini:
- Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Inklusif
Pilar ini bukan sekadar jargon, melainkan langkah nyata untuk membangun Keerom dengan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam 100 hari kerja pertama pemerintahan Piter Gusbager.
- Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Fokus utama adalah investasi pada manusia, terutama Orang Asli Papua (OAP), melalui sektor pendidikan dan pelatihan. Inisiatif ini termasuk kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk universitas, untuk meningkatkan kapasitas SDM lokal.
- Pemberdayaan Kampung dan Masyarakat Adat
Bupati Gusbager menekankan bahwa Keerom hanya akan maju jika kampung-kampungnya maju. Hal ini diwujudkan melalui program seperti Workshop Kepala Kampung (WKK) dan Sekolah Transformasi Sosial (STS), yang bertujuan membangun ketangguhan kampung dan mengadaptasi nilai-nilai lokal ke dalam program pembangunan.
- Menjaga Kerukunan Antar-Suku
Mengingat Keerom adalah daerah majemuk, transformasi sosial juga mencakup upaya menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan antar etnis dan suku untuk menciptakan stabilitas sosial di daerah perbatasan.
Secara keseluruhan, aspek ini bertujuan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat Keerom merasakan manfaat pembangunan dan berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi daerah yang lebih maju.